berbisik hati
diantara detak-detak tak bernyawa
terurai kata demi kata
namun tak mampu terbaca
dalam keheningan
dalam kesenyapan
gulita tanpa pelita
purnama yang tak nampak
gemintang yang tak berkelip
hanya senandung rasa tak pernah jera
kiranya semilir berkawan malam
menemaniku menatap awan
awan dalam khayalan dan angan
di istana alam pikiran
.
.puisi ini dibuat pada 21 april 2011, 22:00,purwakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar