Halaman

Jumat, 23 September 2011

'Goresan Tinta Emas'


Kucoba torehkan goresan tinta emas pada serpihan berserak
Dari dedaunan yang tak lagi menebar hijau keindahannya
Diantara ranting-ranting yang tak lagi setia pada dahannya
Kucoba torehkan goresan tinta emas pada serpihan berserak
Dari gundah yang menyelimuti sel-sel terkecil dalam ragaku
Kala senja menyapa hening dalam kesendirian
Berteman sang surya yang nampak lelah temani hari
Kucoba torehkan goresan tinta emas pada serpihan berserak
Sekedar pelipur lara dari lukis kata yang tak mampu terucap
Hanya sepenggal cerita dari muara jiwa yang tak mampu berdusta
Menyingkirkan keegoan bahasa lisan yang kadang penuh dengan kepalsuan
Seorang aku yang hanya mencoba mengukir kata
Dari lantunan-lantunan kebimbangan yang hadir disetiap desiran nafas
Saat kutemui diriku mulai rapuh dengan keberadaannya dalam sendiri
Aku hanya mencoba untuk kuat dalam sendiriku
Mencoba untuk tetap tegar dalam desah kehampaan yang meraja
Ingin ku rangkai setiap aliran darah penuh keresahan ini
Dengan goresan tinta yang mampu membuatku tetap berdiri tegak
Menatap mimpi yang kusemat dibalik hati yang terdalam
^_^
Semangat..!!

puisi ini dibuat  pada 04 September 2010 jam 10:39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar