Halaman

Jumat, 23 September 2011

'Sebuah Alasan'



Saat ku biarkan langkah kaki ku menapaki setiap titian penopang alam dengan sendirinya, mengalir layaknya arus air
Dan akupun terbawa oleh langkah yang tak ku temui aku didalamny
Hanya mencoba hadir dalam setiap hembusan nafas yang masih setia menemaniku

Berkali kucoba hadirkan diriku pada setiap lembaran kisah indah
Tapi ku hanya terdiam membeku
Seakan aku tak tahu siapakah aku
Aku tak temukan diriku

Hanya dengan sebuah alasan
Kucoba melangkah walau kadang tertatih
Kucoba menapakinya walau kadang tertegun
Ketikapun lara,
sakit,
pahit,
perih,
kucoba tetap bersenandung dalam nada dan irama langkah hidupku

Hanya satu alasan mengalir dari kedalaman jiwa yang semakin meronta
Kala kutatap wajah sayu yang selalu hadir dicelah jantungku
Tumbuh subur dan menguatkan ku untuk langkah ini
Tak kutemui alasan lain untuk tetap berdiri tegak diatas pijakan kakiku
Kecuali wajah sayu itu yang selalu hadir dibalik dinding hatiku yang tak berpenghuni

Tiada lagi kata indah yang terurai manis di celah sanubari
Tiada lagi irama yang mengalun lembut dari setiap detakan jantung
Tiada lagi
Tiada lagi
Dan tiada lagi
Penuh dan sesak akan wajah sayu itu

Selamanya akan tetap tumbuh subur walau kemarau menerpa
Akan tetap tegak walau badai melanda
Akan tetap kuat walau hujan mengguyur

Karena engkaulah mata sayu itu
Alasan setiap langkahku


"Kupersembahkan untuk mata sayu itu, yang melekat erat didasar hatiku yang terdalam..
Ibu..Ayah..
Ananda mencintaimu"

puisi ini dibuat pada 30 Agustus 2010 jam 10:37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar