Syaikh Maulana Malik Ibrahim adalah salah satu Wali Songo, ia merupakan wali songo yang tertua. Anaknya pun Sunan Ampel adalah seorang yang termasuk wali songo. Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi.
Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan
Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari
Sunan Giri (Raden Paku).
Menurut beberapa riwayat Maulana Malik Ibrahim berasal dari Turki, namun ada yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari Samarkand, Arab, Gujarat dan Iran. Dan pada tahun 1404 M beliau menyebarkan agama islam di Pulau Jawa. Beliau menetap di Gresik, daerah yang dituju pertama kali adalah desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan
Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9
kilometer utara kota Gresik.
Menurut riwayat Syaikh Maulana Malik Ibrahim bukan hanya sorang ulama, tapi juga seorang yang memikirkan keadaan perekonomian rakyat Gresik. Pada waktu itu beliau membuat irigasi pertanian dan lain sebagainya sehingga rakyat Gresik menjadi makmur. Beliau juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia
merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka
sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat
sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang
saudara. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga
menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis.
Dalam syiar dakwahnya, beliau sangat berhati-hati dan bijaksana. Pada saat itu mayoritas masyarakat Jawa beragama Hindu dan Budha. Namun beliau tidak menentang apa yang menjadi keyakinan mereka, beliau hanya memperkenalkan keluhuran budi pekerti yang dimiliki oleh agana islam. Secara tidak langsung beliau memperkenalkan agama islam melalui suri tauladannya yang dapa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.
Dalam syiarnya pun beliau berangkat dari masyarakat bawah terlebih dahulu dan merangkul mereka baru kemudian ke masyarakat yang mempunyai tahta dan kedudukan. Oleh karena hal itu, agama islam cepat berkembang pada saat itu karena mereka merasakan bahwa semua kalangan masyarakat diakui hak asasinya sebagai manusia oleh agama islam.
Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di
Leran, tahun 1419 M (senin, 12 Rabi'ul Awal 822 H) Syaikh Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat
di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar