Halaman

Jumat, 23 September 2011

??_-_??

saat ku tak dapati sebuah kata untuk mengungkapkan bahasa hati
kuyakin diam bukanlah hal bodoh yang dapat kunyatakan

hingga mata ini akan mampu mengungkapkan sebersit kata terdalam
yang tak mampu bahasa lisan mengurainya dengan sempurna

hingga air mata bukanlah kesalahan
ketika ia dengan kejujurannya
mencoba mengurai syair syair lembut bahasa penuh makna
tanpa harus menggunakan rumus canggih sebuah kata untuk mengartikannya

bahkan ia mampu membuka yang tertutup rapi
mencairkan yang telah mengeras
menyejukan setiap sudut kegersangan

jikalah harus ku pilih
aku lebih memilih mengurai butiran lembut dari sudut penglihatan ini
agar kurasakan kesejukan dalam titik titik kegersangan

layaknya hujan yang menyirami
setelah kemarau melanda
mencipta kegersangan alam
ia mampu menciptakan damai dan kesejukan. .


Subang. . .
22.30
28 juni'11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar